Wednesday, 17 August 2016

Cara Membuat Susu Kedelai Cara Illionis

Cara Membuat Susu kedelai Cara Illionis
Susu kedelai adalah cairan hasil penyarian protein biji kedelai dengan menggunakan air panas. Susu kedelai berwarna putih seperti susu, dan bergizi tinggi (mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin).
Minuman ini berasal dari cina dan telah dikonsumsi semenjak ribuan tahunan yang lalu.
Pembuatan susu kedelai mudah dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana, dan biayanya tidak mahal.

Bahan:
1. Kedelai
2. Gula.
3. Bubuk coklat tanpa lemak.
4. Air.

Peralatan:
1. Penggiling kedelai.
2. Wadah perendam kedelai..
3. Kain saring
4. Panci

Cara pembuatan:
Pembersihan dan pencucian. Biji dibersihkan dari kotoran, kerikil, pasir, potongan ranting dan batang kedelai. Biji rusak, hitam dan berkapang harus dibuang. Setelah itu biji dicuci sampai bersih. Kotoran dan biji yang mengapung harus dibuang. Pencucian dilakukan sampai air bilasan tampak jernih.


Perendaman. Biji yang telah dicuci direndam di dalam air selama 8 jam. Air diganti-ganti setiap 2 sampai 3 jam. Setelah itu, kedelai ditiriskan.

Perebusan. Kedelai dimasukkan ke dalam air mendidih. Hal ini menyebabkan suhu air turun. Atur besar api sehingga suhu bertahan antara 85 sampai 90°C. Perendaman di dalam air panas ini berlangsung selama 20 menit. Setelah itu, kedelai diangkat dan didinginkan dengan air mengalir, kemudian ditiriskan.
Penyiapan air panas. Air bersih dipanaskan sampai suhunya 90°C. Jumlah air adalah 8 kali berat kedelai kering. Suhu air ini dipertahankan selama pekerjaan berlangsung. Kedalam air panas ini ditambahkan bubuk CaCO3 (0,5 gram untuk tiap liter air panas).

Penggilingan. Biji kedelai dihaluskan dengan blender, atau digiling dengan mesin penggiling sampai menjadi bubur kedelai. Penggilingan dilakukan sambil ditambahkan air panas. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk menggiling kedelai, sisa air dicampurkan dengan bubur kedelai, kemudian diaduk-aduk selama 3 menit.

Penyaringan. Bubur kedelai disaring dan diperas dengan kain saring rangkap dua. Cairan yang diperoleh disebut sebagai susu kedelai mentah.

Penambahan gula dan coklat bubuk. Susu kedelai mentah ditambah dengan gula dan coklat bubuk tanpa lemak. Tiap liter susu kedelai ditambah dengan 100-150 gram gula dan 50 gram coklat bubuk tanpa lemak. Penambahan dilakukan ketika susu kedelai masih panas.
Pengadukan dilakukan agar coklat bubuk larut seluruhnya.

Homogenisasi. Jika tersedia alat homogenizer, susu kedelai dihomogenisasikan.

Pemanasan susu kedelai. Susu kedelai mentah dipanaskan sampai suhu 95°C, kemudian ditambahkan bahan penstabil kappa karagenan (1,5 gram kappa karagenan untuk setiap 10 liter susu kedelai), dan diaduk-aduk.
Pemanasan pada suhu tersebut dilakukan selama 30 menit.

Penyiapan botol. Botol kaca disikat bagian dalamnya.Seluruh permukaan botol dicuci sampai bersih dengan menggunakan detergen.
Kemudian, botol dibilas sampai bersih. Bagian dalam botol dibilas dengan air panas. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan bau deterjen.

Setelah itu botol direbus di dalam air mendidih selama 30 menit. Perebusan dilakukan untuk membersihkan botol dari kuman. Jika tidak dilakukan, susu akan mudah basi.

Pembotolan. Botol diangkat dari air panas dan dibalikkan agar airnya keluar dari botol.




Ketika botol masih panas, susu kedelai yang sedang dipanaskan dimasukkan ke dalam botol dengan bantuan corong sampai permukaan susu 2 cm dari bibir botol paling atas.
Botol berisi susu ini diletakkan di dalam air mendidih selama 5 menit.



Kemudian, botol diangkat dan segera ditutup dengan penutup botol. Setelah itu botol ini direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.

Penyimpanan. Susu kedelai ini tidak steril. Karena itu harus disimpan pada suhu dingin di dalam lemari pendingin (kulkas). Pada suhu dingin, susu kedelai dapat disimpan selama 2 minggu.

Cara Membuat Susu Kedelai Cara BPTTG yang Dimodifikasi

Cara Membuat Susu kedelai cara BPTTG yang dimodifikasi

Bahan:
1. Kedelai (1000 gram)
2. Gula.(300 gram)
3. Kacang tanah segar. (200 gram)
4. Kacang tanah yang telah disangrai    (100 gram)
5. Garam (50 gram)
6. Soda kue (20 gram).
7. Kecambah jagung (100 gram).
8. Bubuk coklat (50 gram)
9. Kayu manis (20 gram)
10. Air.
Peralatan:
1) Penggiling kedelai.
2) Wadah perendam kedelai..
3) Kain saring
4) Panci

Cara pembuatan:
Pembersihan dan pencucian. Biji kedelai dan kacang tanah dibersihkan dari kotoran, kerikil, pasir, potongan ranting dan batang. Biji rusak, hitam dan berkapang harus dibuang. Setelah itu biji dicuci sampai bersih. Kotoran dan biji yang mengapung harus dibuang. Pencucian dilakukan sampai air bilasan tampak jernih.

Perendaman. Kacang yang telah dicuci direndam di dalam air selama 8 jam. Air diganti-ganti setiap 2 sampai 3 jam. Setelah itu, biji ditiriskan.

Perebusan kacang. Kacang direbus didalam air mendidih selama 15 menit.
Ke dalam air perebus dimasukkan soda kue (2-3 gram untuk setiap liter air perebus). Setelah itu, kedelai diangkat dan ditiriskan.

Penyiapan kecambah jagung dan kacang tanah sangrai. (1). Jagung dicuci bersih, kemudian dibungkus dengan kain basah sampai biji menunjukkan tanda awal perkecambahan, dan (2). Kacang tanah disangrai sampai kering tapi tidak sampai hangus.

Penyiapan air panas. Air bersih dipanaskan sampai suhu 90°C. Jumlah air adalah 10 kali berat kedelai kering. Suhu air ini dipertahankan selama pekerjaan berlangsung.

Penggilingan. Campuran kedelai dan kacang tanah yang telah disangrai. Kecambah jagung dan kacang tanah yang telah disangrai dihaluskan dengan blender, atau digiling dengan mesin penggiling sampai menjadi bubur kacang. Penggilingan dilakukan sambil ditambahkan air panas. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk penggilingan, sisa air dicampurkan dengan bubur kacang.

Perebusan dan penyaringan bubur kacang. Bubur kacang direbus sampai mendidih, kemudian disaring dan diperas dengan kain saring rangkap dua. Cairan yang diperoleh disebut sebagai susu kedelai tawar.

Penambahan perasa. Setiap liter susu kedelai tawar ditambah dengan gula (100-150 gram), garam (3-5 gram), kulit manis (5 gram) dan tepung coklat tanpa lemak (30 gram). Setelah itu susu kedelai dididihkan lagi selama 5-10 menit sambil diaduk-aduk.

Pemanasan susu kedelai. Susu kedelai mentah dipanaskan sampai 95°C, kemudian ditambahkan bahan penstabil kappa karagenan (1,5 gram kappa karagenan untuk setiap 10 liter susu kedelai), diaduk-aduk. Pemanasan pada suhu tersebut dilakukan selama 30 menit.
Kini susu kedelai siap dikonsumsi. Susu juga dapat disimpan di dalam lemari es.

Cara Membuat Susu Kedelai

Cara Membuat Susu Kedelai
Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan, cukup sederhana. Alat-alat untuk membuatnya banyak tersedia. Susu kedelai dapat dibuat dengan peralatan sederhana.Penggunaan air sumur menghasilkan susu kedelai yang lebih enak. Kedelai mutu yang baik, menghasilkan susu kedelai yang baik. 1 kilogram kedelai menghasilkan 10 liter susu kedelai
Bahan yang dibutuhkan:
1. 1 kg kedelai yang bagus
2. Air panas  8 liter
3. Air dingin 3 liter untuk perendaman
4. Gula pasir 100 - 200 gram
5. Panili 2 gram
6. Coklat bubuk 15 gram
7. Garam 15 gram

Alat yang digunakan:
1. Panci
2. Penggilingan  batu
3. kain saring atau kain blacu
4. tungku atau kompor
Cara membuatnya:
1. Kedelai dibersihkan dari kotoran. Kotoran berupa pasir tanah, dan lain-lain
2. Setelah dipisahkan dari kotoran. Kedelai dicuci hingga bersih.
3. Rebus kedelai selama kira-kira 15 menit
4. Setelah direbus 15 menit, rendam kedelai dalam air bersih kira-kira 12 jam
5. Cuci kedelai sampai kulit arinya terkelupas.
6. Haluskan kedelai dengan penggilingan batu.
7. Setelah halus, campurkan dengan air panas.
8. Aduk-aduk campuran kedelai dengan air panas sampai rata.
9. Saring campuran tersebut dengan kain saring hingga diperoleh larutan susu kedelai.
10. Tambahkan gula pasir, vanili, coklat dan garam ke dalam larutan susu, aduk rata.
11. Panaskan hingga mendidih
12. Rasa coklat dapat diganti dengan essen stroberi.
13.   Susu kedelai siap dikonsumsi, bisa ditambahkan dengan es. Segar rasanya. Rasanya hampir sama dengan susu biasa.

Monday, 15 August 2016

Teknologi Sederhana Penjernihan Air dengan Penyaringan dan Kimia Cara 1

Penjernihan air dengan penyaringan dan kimia cara 1

Penjernihan air ini memakai teknologi penjernihan dengan cara kimia dan proses penyaringan. Bahan mimia yang digunakan adalah kaporit, bubuk kapur dan tawas.
Bahan-bahan ini mudah didapatdi daerah pedesaan atau kota-kota kecil di seluruh Indonesia. Bahan penyaring yang dibutuhkan adalah kerikil, pasir, ijuk dan arang aktif.

Alat dan bahan:
1. 2 (dua) kg arang aktif.
2. 3 (tiga) kg ijuk.
3. pasirhalus.
4. batu kerikil.
5. bubukkapur10gram.
6. tawas10gram.
7. kaporit2,5gram.
8. 2 (dua) buah drum bekas.
9. 2 (dua) buah kran ukuran 1/2 cm.


Cara membuat:
Lubangi kedua drum 5 cm dari bagian bawah, dan diberi kran. Drum I untuk bak pengendapan, drum II untuk bak penyaring.

Letakkan drum I lebih tinggi dan drum II  
hubungkan kedua drum tersebut, lihat gambar ! isilah drum II (bakpenyaringan) berturut-turut dengan batu kerikil setebal 5cm; arang setebal 5 cm; ijuk setebal 5 cm dan pasir halus setebal 15 cm.
Isilah drum I (bak pengendapan) dengan air yang akan dijernihkan. Bubuhi dengan 10 gram tawas (untuk 100 liter air) kemudian aduk selama 5 menit.

Tambahkan bubuk kapur sebanyak 10 gram dan kaporit 2,5 gram, kemudian aduk perlahan-lahan selama 2-3 menit. Tujuan mengaduk, agar butir-butir lumpur menjadi besar dan mengendap.

Penggunaan:
1. Lakukan proses pengendapan ini pada waktu malam hari sehingga pada waktu pagi hari,air dapat dialirkan ke bak penyaringan dan siap untuk dipakai.
2. Buka kran pada bak penyaringan untuk mendapatkan airyang bersih.

Pemeliharaan:
1. Bersihkan endapan lumpur pada bak pengendapan sesering mungkin.
2. Apabila jalan air pada drum/bak penyaringan kurang lancar, cucilah pasir kerikil dan ijuk sampai bersih.
3. Apabila air bersih yang dihasilkan berbau kaporitsangattajam, gantilah arang aktif dengan yang baru.
Keuntungan:
1. Dapat digunakan untuk air sungai,rawa,  sumur, sawah dan telaga
2. Menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, tidak asam, tidak payau.


Kerugian:
1. Air tidak dapat dialirkan secara teratur.
2. Hanya dapat menjernihkan air dengan
3 Bak  harus sering dibersihkan.
4. Cara ini tidak dibenarkan untuk air yang tercemar bahan kimia buangan air pabrik

Teknologi sederhana penjernihan air dengan penyaringan cara 2

Penjernihan air dengan penyaringan cara 2

Cara penjernihan air ini sama dengan cara penyaringan I. Perbedaanya terletak pada
penyusunan drum atau bak pengendapan dan bak penyaringan, serta susunan lapisan bahan penyaring.

Bahan;
1. 10(sepuluh)kgarang.
2. 10(sepuluh)kgijuk.
3. pasirbetonhalus.
4. batu kerikil.
5. 2 (dua) buah kran 1 inci.
6. batu dengan garis tengah 2-3 cm.

Peralatan:
1. 1 (satu) buah bak penampungan.
2. 1 (satu) buah drum bekas.
cara membuat :
Sediakan sebuah bak atau kolam dengan kedalaman 1 meter sebagai bak penampungan. Buat bak penyaringan dari drum bekas. Beri kran pada ketinggian 5 cm dari dasar bak. Isi dengan ijuk, pasir,
ijuk tebal, pasir halus, arang tempurung kelapa, batu kerikil, dan batu-batu dengan garis tengah 2-3 cm.
 Air sungai atau telaga dialirkan kedalam bak penampungan, yang sebelumnya pada pintu masuk air diberi kawat  kasa untuk menyaring kotoran.
Setelah bak pengendapan penuh air,lubang untuk mengalirkan air di buka kebak penyaringan air.
Kemudian kran yang terletak dibawah bak dibuka,selanjutnya beberapa menit kemudian air akan keluar. Mula-mula air agak keruh, tetapi setelah beberapawaktu berselang air akan jernih. Agar air yang
keluartetapjernih, keran harus dibuka denganaliranyangkecil.

Pemeliharaan
ljuk dicuci bersih kemudian dipanaskan di mataharisampai kering.
Pasir halus dicuci dengan air bersih di dalam ember, diaduk setiingga kotoran
dapatdikeluarkan, kemudian dijemur sampai kering.
Batu kerikil diperoleh dari sisa ayakan pasir halus, kemudian dicuci bersih dan
dijemursampai kering.

Batu yang dibersihkan sampai bersih betui dari kotoran atau tanah yang melekat,
kemudian dijemur.

Keuntungan:
1. Air keruh yang digunakan bisa berasal dari mana saja misalnya: sungai, rawa, 
telaga, sawah dan sumur.
2. Cara ini berguna untuk desa yang jauh dari kota dan tempatnya terpencil.

Kerugian:
1. Air tidak bisa dialirkan secara teratur, karena air dalam jumlah tertentu harus diendapkan dulu dan disaring melalui bak penyaringan.
2.   Bahan penyaring harus sering diganti.
3.   Air harus dimasak lebih dahulu sebelum   diminum.

Teknologi sederhana penjernihan air dengan penyaringan cara 1

Penjernihan air dengan penyaringan cara 1

Penjernihan air minum secara sederhana ini merupakan penjernihan air dengan cara
penyaringan. Bahan penyaringan yang digunakan adalah pasir dan tempurung
kelapa.                  

Alat dan bahan:      
1. 2(dua)drum    
2. ijuk  
3. pipa Paralon dengan diameter  3/4 inci
4. keran air
5. pasir          
6. kerikil                
7. potongan bata  
8. gergaji                
9. parang                    
10. besi
Cara pembuatan:      

Langkah pertama membuat pipa penyaring. Ambil 2 pipa paralon diameter 0,75 inci
dengan panjang 3,5 cm. Berilah lubang teratur sepanjang 20 cm. Bagian dari pipa
yang dilubangi dibalut dengan ijuk kemudian ijuk diikat dengan tali plastik. Salah satu
ujung pipa dibuat ulir.
Langkah selanjutnya, pasang pada drum pengendapan dan penyaringan dengan
jarak 10 cm dari dasar drum.
Membuat drum pengendapan. Buat lubang dengan bor besi 10 cm dari dasar pada
dinding drum untuk pipa penyaring. Pasang pipa penyaring yang sudah dibalut pada
soket yang sudah tersedia.Pasang kran.
Buat lubang pada dasar drum dengan tutup. Membuat drum penyaring. Buat lubang
untuk pemasangan pipa penyaring dengan jarak 10 cm dari dasar drum. Isi drum
berturut-turutdengankerikil setebal 20 cm, ijuk 5 cm, arang 10 cm, ijuk 10 cm dan
potongan bata 10 cm.
Penyusunan drum endapan dan penyaringan. Drum pengendapan dan penyaringan
disusun bertingkat. Keran-keran ditutup dan air diisikan kedalam drum pengendapan.
Setelah 30 menit air dari drum pengendapan dialirkan kedalam drumpenyaringan. Aliran air yang keluardari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum pengendapan.
Keuntungan:

1. Air hash penyaringan cukup bersih untuk keperluan rumahtangga.
2. Membuatnya cukup mudah dan sederhana pemeliharaannya.
3. Bahan-bahan yangdigunakan mudah didapatkan di daerah pedesaan.


Kerugian:

1. Pemeliharaan memeriukan ketelitian dan cukup memakan waktu, seperti:
2. Drum pengendapan dan drum penyaring harus dibersihkan, jika aliran air yang keluar kurang lancar. ljuk, kerikil, potongan bata, pasH-dicuci bersih,
    kemudian dijemur sampai kering.
3. Arang tempurung biasanya paling lama 3 bulan sekaliharus diganti baru.
4. Tidak bisa digunakan untuk menyaring air yang mengandung bahan kimia seperti air buangan dari pabrik, karena cara ini hanya untuk menyaring air keruh, tapi bukan menyaring air yang
    mengandung zat kimia tertentu.
 5. Untuk keperiuan air minum harus dimasak terlebih dahulu sampai mendidih